MIKROTUBULUS
DAN MIKROFILAMEN
Sitoskeleton atau kerangka sel adalah jaring
berkas-berkas protein yang menyusun sitoplasma dalam sel. Setelah lama dianggap hanya
terdapat di sel eukariota, sitoskeleton ternyata juga dapat ditemukan pada sel
prokariota.
Dengan adanya sitoskeleton, sel dapat
memiliki bentuk yang kokoh, berubah bentuk, mampu mengatur posisi organel,
berenang, serta merayap di permukaan.
Mikrotubulus
Mikrotubulus merupakan jaring penyusun Sitoskeleton.
Mikrotubulus adalah tabung yang disusun dari mikrotubulin. bersifat lebih kokoh
dari aktin, mikrotubulus mengatur posisi organel di dalam sel. Mikrotubulus
memiliki dua ujung: ujung negatif yang terhubung dengan pusat pengatur
mikrotubulus, dan ujung positif yang berada di dekat membran plasma. Organel
dapat meluncur di sepanjang mikrotubulus untuk mencapai posisi yang berbeda di
dalam sel, terutama saat pembelahan sel.
Mikrofilamen (Filamen aktin)
Bersifat fleksibel, filamen aktin
biasanya berbentuk jaring atau gel. Aktin berfungsi membentuk
permukaan sel. Beberapa jenis bakteri juga mampu bergerak dengan filamen aktin
seperti Listriea monocytogenes yang menyebar dari sel ke sel dengan
menginduksi penyusunan filamen aktin pada sitosol sel inang.
Sitoskeleton eukariota. Aktin digambarkan
dengan warna merah dan mikrotubulus dengan warna hijau. Struktur berwarna biru
ialah inti sel.
Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan :)